Minggu, 26 Februari 2012

TOPOLOGI JARINGAN

<h2>
Macam-macam topologi jaringan pada&nbsp;komputer</h2>
<h2>
<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topolgoi-bus/" rel="bookmark" title="Topolgoi Bus">Topolgoi&nbsp;Bus</a></h2>
<div class="entrytext">
<div class="snap_preview">
<div class="wp-caption alignnone" id="attachment_49">
<img alt="bus" class="size-full wp-image-49" height="242" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/bus.gif?w=351&amp;h=242" title="bus" width="351" />&nbsp; <div class="wp-caption-text">
bus</div>
</div>
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah  terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya.  Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel  BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya  dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini  termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul,  ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung.  Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di  salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu  simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem  client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut  difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut  dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak  digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat  sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang  sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena  mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka  akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau  penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa  mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila  terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan  akan mengalami gangguan.
<span id="more-85"></span>Topologi linear bus merupakan topologi yang  banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan  menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network),  maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah  dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel  coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang  dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak  sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface  card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak  mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada  jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan  topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_bus

<h2>
<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-starbintang/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Star/Bintang">Topologi&nbsp;Star/Bintang</a></h2>
Dikirim&nbsp;<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized">Uncategorized</a>&nbsp;pada Januari 14, 2009 oleh mheethaa15
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="wp-caption alignnone" id="attachment_47">
<img alt="star" class="size-full wp-image-47" height="348" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/1_21_startopology.jpg?w=450&amp;h=348" title="star" width="450" />&nbsp; <div class="wp-caption-text">
star</div>
</div>
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa  konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi  jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
* Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
* Tingkat keamanan termasuk tinggi.
* Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
* Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_bintang

<h2>
<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-ringcincin/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Ring/Cincin">Topologi&nbsp;Ring/Cincin</a></h2>
Dikirim&nbsp;<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized">Uncategorized</a>&nbsp;pada Januari 14, 2009 oleh mheethaa15
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="wp-caption alignnone" id="attachment_45">
<img alt="ring" class="size-full wp-image-45" height="319" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/ring.gif?w=432&amp;h=319" title="ring" width="432" />&nbsp; <div class="wp-caption-text">
ring</div>
</div>
Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik  terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk  cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu  titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini  dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum  jam secara bersamaan.
Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_cincin

<h2>
<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-mesh/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Mesh">Topologi&nbsp;Mesh</a></h2>
Dikirim&nbsp;<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized">Uncategorized</a>&nbsp;pada Januari 14, 2009 oleh mheethaa15
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="wp-caption alignnone" id="attachment_43">
<img alt="mesh" class="size-full wp-image-43" height="306" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/mesh.gif?w=375&amp;h=306" title="mesh" width="375" />&nbsp; <div class="wp-caption-text">
mesh</div>
</div>
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh.  Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah  jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan  jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang.  Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam  pengoperasiannya.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_mesh

<h2>
<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-tree/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Tree">Topologi&nbsp;Tree</a></h2>
Dikirim&nbsp;<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized">Uncategorized</a>&nbsp;pada Januari 14, 2009 oleh mheethaa15
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="wp-caption alignnone" id="attachment_40">
<img alt="tree" class="size-full wp-image-40" height="320" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/tree.gif?w=268&amp;h=320" title="tree" width="268" />&nbsp; <div class="wp-caption-text">
tree</div>
</div>
Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga  sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan  untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk  hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan  semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis  ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat  atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain  yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul  pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan  node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus  melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan  jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu  kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan  dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta  pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun  kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak  berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga  menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi  lambat.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_pohon

<h2>
<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-linier/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Linier">Topologi&nbsp;Linier</a></h2>
Dikirim&nbsp;<a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized">Uncategorized</a>&nbsp;pada Januari 14, 2009 oleh mheethaa15
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="wp-caption alignnone" id="attachment_38">
<img alt="linier" class="size-full wp-image-38" height="153" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/linier.jpg?w=320&amp;h=153" title="linier" width="320" />&nbsp; <div class="wp-caption-text">
linier</div>
</div>
Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan  topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama  menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan  konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus  diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC  (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan  nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial  Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan  murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.
Tipe konektornya terdiri dari
1. BNC Kabel konektor —&gt; Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor —&gt; Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor —&gt; Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator —&gt; Untuk menandai akhir dari topologi bus.
Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :
* Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah  dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun  pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang  berjalan.
* Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu  lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun  bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_linier</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar